Ketika saya tertarik menjadi videographer, disitu saya menjadi pemuja ASUS ZENBOOK UX410

3 comments
Ternyata menjadi youtuber atau videographer itu gampang-gampang susah. Terasa gampang saat saya hanya menjadi penonton konten video mereka. Berbeda dan akan menjadi susah ketika saya menguji diri sendiri untuk membuat konten seperti yang mereka lakukan. Lalu, bagaimana time management para tekno review di youtube (ibarat) hampir tiap minggi mengupload video terbarunya? How a deft they are!

Ternyata, membuat video beserta mengeditnya membutuhkan hal yang bernama: ketajaman sense, ide-ide out of the box, ketelatenan, kesabaran dan lain-lain hingga tercipta sebuah video yang berkwalitas seperti apa yang diharapkan.

Hobi nge-youtube itu pasti selalu dapat inspirasi baru untuk membuat ''something new'' dengan video yang akan saya buat

Beberapa waktu lalu, ketertarikan saya dengan dunia videography berunjung dengan challenge yang saya buat untuk menantang kemampuan diri sendiri dengan membuat video seperti apa yang mereka buat dan menarik perhatian saya. Video-video yang saya lihat sebagai awan merupakan konten video profesional. 

Selain pengalaman, perbedaan mencolok antara saya sebagai "pemain pemula" dengan pro videographer terletak pada driver yang digunakan ketika mengolah video. Mereka didukung dengan driver yang mumpuni sedangkan saya memiliki tantangan yang lebih extra untuk membuat video dengan menggunakan alat-alat seadanya.

Tak ada DSLR kamera, action cam jadi. Tak ada partner untuk bantu shoot footage video, pake tripodpun jadi. Pokoknya seadanya lah. Hehe.

(video review jacket, lokasi shoot video dikos-kosan)

Kamera seadanya, ide-ide yang amatiran, bahkan teknik-teknik yang saya gunakan tidak lain adalah ilmu yang saya dapatkan dari download. Tutorial atau tips-tips gratis yang ada di youtube. 

Meskipun sebenarnya saya sudah paham, video-video yang saya buat ini belum bisa disandingan dengan kwalitas video yang mereka buat. Yoweslah, aku santai aja. Toh, saya niatnya hanya untuk belajar membuat video itu saja. Satu hal yang perlu di((amin))kan, kedepannya saya terus mengupgrade skill tentang videography yang akhir-akhir ini seperti menjadi passion baru yang saya temukan.


(nunggu rendering video itu sama lamanya kayak nunggu balesan chat dari dia, kyaa .. )

Benar sekali, menjadi videographer itu haru sabar. Salah satunya ketika mendapati laptop kesayangan yang menjadi exekutor membuat video tiba-tiba ngelag/hang/not responding atau masalah mainstream seperti "export dan rendering yang sangat lama". Saya membutuhkan hampir satu jam hana untuk merender video berdurasi kurang dari 5 menit menggunakan laptop yang saya gunakan saat ini.

Sebenarnya, saya memiliki hutang membuat video review tentang hoverboard tapi kamera laptop kurang mumpuni, proses pengerjaanyapun juga molor sampai sekarang. Tapi entah kenapa saat itu saya terlebih dahulu membuat test memainkan hoverboard terlebih dahulu sebelum unboxing/review unitnya. Jadi ya, hutang adalah hutang, saya masih memiliki hutang video hoverboard ini pada teman-teman.

(Sabar ya coy, kalau udah liburan tahun baru diusahin sudah bisa upload. Atau sesegera mungkin saat laptopnya sudah upgrade deh :p)

Euuh, butuh waktu beberapa jam untuk rendering video seperti dibawah ini. Lagi-lagi laptop yang kurang mumpuni ASUS A43SD yang saya miliki mengajarkan saya untuk belajar bersabar. Orang jawa menyebutnya dengan istilah "ngelus dodo".

Dengan processor core i3, saya mendapat masukan dari para video creator bahwasanya (menurut mereka) laptop yang bisa mendukung aktivitas edit-mengedit video lebih dari apa yang saya miliki, minimal processor core i5. Asus A43SD-ku ini sudah menemani kurang lebih 5 tahun, mungkin juga pertanda harus pensiun dan segera dicarikan penganti. 

Fisik laptop tak secantik dulu, manakala pernah terbanting di perkeraan jalan raya saat saya mengalami kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Terulang lagi, jatuh terbentur saat turun dari sebuah angkot.



Apalagi sebagai seorang mahasiswa teknik sipil, banyak sekali software berat yang harus saya install di laptop. Software desain 2D dan 3D, perhitungan kekuatan konstruksi bangunan dan banyak software berat lainnya. Sedangkan sebagai blogger, tentu laptop yang saya miliki ini aman-aman saja. Beban laptop hana microsoft, software desainpun juga tidak begitu membebani laptop.

Satu unit ASUS ZenBook UX410 Intel® Core™ i7 Processor ini seharga Rp.15.799.000 yang digadang-gadang sangat recomended untuk editing video. Melirik spesifikasi ASUS ZENBOOK UX410-lah yang pada akhirnya membuat saya membayangkan, "Apa bisa ya, saya memiliki laptop yang spesifikasinya gahar begitu juga dengan harganya ini?"



Mungkin nggak ya? (semoga). Jujur, Laptop ter-mahal yang pernah saya miliki ya Asus A43SD ini. Sekitar 5 tahun yang lalu dibeli dengan harga 5,3 juta hanya demi tuntutan sofware dan aplikasi berat kuliah yang harus terinstall di laptop. Malangnya laptopku, terimakasih sampai saat ini engkau masih menemaniku :) 

Jadi kesimpulannya: Saya harus upgrade laptop daily driver yang saya miliki dengan kelas yang mumpuni (recommended) aktivitas berat khususnya editing video. Tipe laptop idaman yang laak sebagai pengganti?



Lagi-lagi masih setia dengan Asus, saya ''ngidam" banget dengan ASUS ZENBOOK UX410. Saya merasa "jodoh'' dengan laptop ini karena memiliki spesifikasi yang sudah saya bayangkan akan membuat pekerjaan-pekerjaan saya cepat terselesaikan. Yes, ASUS ZENBOOK UX410 memiliki spesifikasi idaman sebagai berikut:

Jika saya memiliki Asus ZenBook UX410, saya bisa mencicil task dimanapun saya berada.  Smartphone maupun laptop berbody tipis menurut sungguh dan selalu menawan dimata saya. Alasanya: meskipun mempunyai dimensi layar yang lebar, hal ini tidak mempengaruh bobot laptop yang masuk dalam kategori Zenbook. 

ZenBook UX410 ini bisa saya bawa kemanapun saya pergi, termasuk ketika saya ingin membuat draft postingan blog didalam trasnportasi umum. Atau cicil-cicil edit video ketika berada dipenginapan saat liburan. Biasanya ditengah malam adalah waktu yang santai untuk bercengkrama dengan laptop.


Desain body dengan ketipisan yang hanya 18.95 mm nampak istimewa dan berkelas karena dilapisi dengan paduan alumunium. Totally, bobot ZenBook UX410 hanya sebesar 1.4 kg. Coba bayangan ketika kamu membawa sekantong tas berisi beras 1,4 kg dibandingan berat laptop yang kalian miliki saat ini. Enteng mana hayoooo ....

Seperti laptop-laptop premium yang ada, bagian finishing dilapisi spun - metal yang unik dengan ciri khas motif lingkaran yang terinsipirasi dari zen. Memberikan kesan tangguh dan durabilitas yang tinggi. Desain sama, tapi kalau harus memilih antara Quartz Grey atau Rose Gold, kamu pilih yang mana?

Kalau saya sih, meskipun cowok kenapa kali ini semacam tertantang memiliki laptop yang berwarna pink ya. Saya rasa aman-aman saja karena warna pink yang dimiliki tidak gonjreng (pink soft). Apalagi jaman now, cowok mulai berani memakai warna-warna yang cerah. Cerah dan soft ya, bukan gonjreng alias pink pekat :)

Satu hal yang saya alami ketika mengedit video adalah melakukan preview video setelah diedit atau diberi sentuhan efek tertentu. Selama ini sih preview bisa berjalan dengan lancar jika settingan kwalitas preview diturunkan hingga 50% dari kwalitas asli. Jadi ya, agak kurang "nyaman" ya, karena tidak menampilakn kwalitas video yang sesungguhnya dan realtime alias agak low resolution dan melambat.

Pasti, ZenBook UX410 hal ini dihadirkan oleh generasi ke-7 Intel Core prosesor i7, dengan RAM 16GB DDR4 213 MHz dan grafis NVIDIA® GeForce® 940MX untuk memainkan video preview hasil editing video saya dengan lancar. Jadi meskipun disetting full resolution ketika preview, ya bukan menjadi masalah say!


Masalah transfer data maupun file sangat menjanjikan. Wi-Fi 802.11ac terbaru memberikan kecepatan super, begitu juga dengan Bluetooth® 4.1 yang akan memudahkan-mu saya menghubungkannya langsung dengan gadget. Sisi samping body juga lengkap dengan reversible port USB Tipe C revolusioner yang memberikan akses dengan kecepatan tinggi pula. Kalau sudah begini, mau ngapain aja jadi efisien kan?


Selain port yang sudah saya sebutkan diatas, terdapat pula port HDMI yang dapat terhubung dengan monitor, TV atau proyektor sama seperti laptop pada umumnya. Tanpa khawatir berburu colokan untuk mencharge baterai yang sering lowbat, ZenBook UX410 juga sangat efisien dalam penggunaan energi.

Layar yang luas dan mengagumkan sangat pantas untuk grafis yang mengagumkan. Memainkan video halus, lancar dan gambar tajam. Layar Lebih Besar dan Lebih Jernih.


ZenBook UX410 memiliki layar 14-inci dengan tampilan Full HD. Poin plus yang menjadikan saya sangat tertarik adalah bezel (tepian layar laptop) ultra tipis 6mm. Melihat foto maupun menonton video terasa lapangnya. 



Jelas dong, resolusinya yang mengagumkan membuat penyuntingan foto maupun video sangat lebih mudah. Oh iya, kerapatan pixel 276 per inci yang luar biasa membuat semua detail terkecil setajam jarum dan sebening Kristal.

Warna yang lebih banyak dan lebih baik tentu didapat. Zenbook UX410 dapat menampilkan lebih banyak warna, warna yang lebih akurat dan warna yang lebih hidup daripada tampilan standar. Dan teknologi tampilan sudut yang lebar menjamin bahwa kontras dan reproduksi warna tidak terdegradasi hingga 178°.


ZenBook UX410 menggunakan teknologi ASUS Splendid untuk memberikanmu warna yang lebih akurat, lebih dalam dan lebih banyak sehingga warna yang dioptimalkan dengan luar biasa. ASUS Splendid mempunyai 4 pengaturan warna.


  • Mode Normal memberimu pengaturan warna yang sudah dioptimalkan oleh pabrik
  • Mode Eye Care mengurangi tingkat cahaya biru untuk penglihatan yang lebih nyaman
  • Mode Vivid dengan pintar mengatur keadaan layar agar memberikan gambar yang benar-benar tampil hidup dan nyata, tanpa membuat warnanya terlihat seperti dibuat-buat
  • Mode Manual memberikanmu control terhadap pengaturan temperature warna, jadi penggunanya bisa mengatur layar sesuai kebutuhannya.
Ada lagi fitur yang tersemat, ASUS Eye Care. Menurut saya sih, fitur ini membuat ZenBook UX410 semakin komplit aja. Mode ASUS Eye Care mengurangi emisi lampu biru hingga 30% sehingga mata Anda selalu terlindungi saat mode ini digunakan.

Penyimpanan dengan kecepatan tinggi sangatlah penting untuk pengalaman komputasi yang tanpa hambatan. 1TB harddisk (HDD) dikombinasikan dengan 128GB solid-state disc (SSD) pada ZenBook UX410. 


Lega banget! Menyimpan atau memuat file-file dan dokumen yang besar bisa dilakukan dengan sangat cepat dibandingkan dengan hardisk biasa. Didukung juga dengan SSD juga cukup awet dan tahan banting, membuat ZenBook UX410 memiliki ketahanan yang luar biasa.

Terjebak harus ngetik dikegelapan atau jangan-jangan kamu lebih suka ngetik di kegelapan? Backlit Keyboard dengan ukuran penuh milik ZenBook UX410 sangat bisa diandalkan. Terlihat ergonomis dengan jarak tombol 1.6mm yang dioptimalkan untuk kenyamanan. Cahaya bagian belakangnya yang lembut memastikan penggunaan yang nyaman dalam kondisi cahaya yang kurang.



Menelusuri tidak jauh dari keyboard, touchpad yang dimiliki ZenBook UX410 juga istimewa.  Terlihat cantik dengan banyak potongan berlian disekitarnya.

Touchpad dilapisi kaca yang presisi menggunakan tenologi yang dikembangkan ekslusif untuk layar sentuh smartphone. Sehingga memberikan sensitifitas tinggi dan akurasi yang luar biasa. Touchpadnya  tersebut juga menggunakan sensor sidikjari terdepan untuk login yang cepat, mudah dan aman.


Memang, suara yang luar biasa selalu menjadi keunggulan dari keluarga ZenBook. ASUS Golden Ear dan Harman Kardon, teknologi ASUS SonicMaster memberikan kualitas suara terdepan untuk ukuran sebuah laptop. Hardware superior dan software yang dedesain secara luar biasa memastikan ZenBook UX410 memberikanmu pengalaman suara terhebat yang akan kamu rasakan untuk kelas laptop. Oh iya, berikut ini spesifikasi lengkapnya.


Mantap! Spesifikasi mantap untuk editing/kerja berat dan jaminan garansi yang diberikan bisa diklasifikasikan sebagai jaminan yang memantapkan hati untuk meminang ZenBook UX410. Eh, tepatnya dapat kado natal dan tahun baru ZenBook UX410 dari Asus. Dengan pemberian jaminan 2 tahun garansi dari ASUS ZenBook UX410, saya sebagai pengguna ZenBook UX410 (semoga) menjadi merasa lebih terlindungi nantinya :)


- Salam, yang muda yang berkarya -

#ASUSxIntel #ASUSLaptopKu #ASUSAja #Intel

3 comments :

  1. wah udah merambah ke dunia videographer atau filmaker ya Mas suga?
    ya Laptop ASUS Zenbook UX410 UQ ini akan sangat membantu jika mas memilikinya
    semoga tercapai mas, aamiin

    ReplyDelete
  2. (masih) belajar mas theo. Biar sama kaa lainnya :)
    (amiin) laptop idaman sungguh ...

    ReplyDelete
  3. Yuk belanja hemat hanya di Indomaret, mulai dari indomie, kornet, cemilan, hingga celana kolor, simak promonya disini
    Promo Indomaret

    ReplyDelete